Detail Artikel

Detail Artikel


Peringatan Hari Jantung Sedunia "Kenali Jantung Sehatmu, Sayangi Jantungmu"

Waktu Publish :2023-09-29 17:31:47, Oleh : dr. Asri Priyani M, MPH

Peringatan Hari Jantung Sedunia adalah merupakan pengingat untuk kita semua tentang pentingnya merawat jantung kita. Penyakit Jantung dapat menyerang siapapun didunia ini. Tahun ini tema yang diangkat WHO adalah “Use Heart, Know Heart”.

Kementerian Kesehatan untuk tema Nasional mengusung fokus pada “Kenali jantung sehatmu, sayangi jantungmu” yang bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat untuk melakukan pencegahan dan pengendalian penyakit jantung yang dimulai dari diri sendiri, keluarga dan masyarakat.

Perlu kita tahu bahwa Penyakit jantung masih menjadi penyebab kematian nomor satu di seluruh dunia. Penyakit ini kebanyakan menyerang masyarakat usia produktif sehingga tingginya angka penyakit dan kematian akan berdampak pada beban ekonomi  dan sosial di masyarakat.

Dari data didapatkan per 2015 diperkirakan 110 juta orang mengalami Penyakit Jantung Koroner di seluruh dunia, dan 8,7 juta orang mengalami kematian akibat PJK ini ( atau sekitar 15,6% dari seluruh kematian). Ini kemudian menjadikan PJK menjadi penyakit yang harus diwaspadai seperti dipaparkan dr Faisol Siddiq, Sp.JP dalam Acara Bincang Kesehatan Jantung menyambut HUT RSU Rajawali Citra yang ke 26 di Taman Lansia pada tanggal 9 September 2023. Acara yang dihadiri 70 orang Kader , baik yang masih aktif dan kader yang karena faktor usia sudah tidak lagi bertugas ini dibuka dengan sambutan penuh semangat dari Direktur dr Asri Priyani, MPH dan dilanjutkan acara yang dimoderatori oleh dr Sunu Prasmono.

Peringatan Hari Jantung

Foto Seminar Kesehatan Jantung Oleh dr Faisol Siddiq, Sp.JP

Dalam kegiatan tersebut dipaparkan apa sebenarnya yang terjadi pada kondisi Penyakit Jantung Koroner atau yang lebih dikenal orang dengan Serangan Jantung. Pada hakikatnya dua hal yang harus dikenal dalam kondisi Penyakit Jantung Koroner yaitu Serangan Jantung yang terjadi akut atau mendadak dan Sumbatan Jantung Stabil yang biasanya terjadi kronis atau bertahap. Proses pembentukan sumbatan ini dapat diakibatkan oleh proses bertahap yang dapat dipercepat oleh aktivitas seperti merokok, pola makan yang salah, kurangnya aktivitas fisik ( obesitas), penyakit Diabetes Melitus, Hipertensi, dan Dislipidemia ( kondisi kadar lemak darah tidak normal).

Hal yang diingatkan oleh dokter lulusan FK KMK UGM ini adalah, jika kita mengalami keluhan seperti nyeri dada yang tidak terlalu jelas, nyeri di ulu hati, gangguan perut, nyeri kesemutan atau nyeri tumpul, sesak nafas dan kelelahan pada anggota gerak, jangan anggap remeh , segeralah untuk mengkonsultasikan dengan dokter anda agar bisa mendapat penanganan untuk memastikan nyeri tersebut berasal dari jantung atau organ lain.

Dokter yang sudah berputra tiga dan punya hobi bersepeda ini menyarankan dan menekankan untuk segera ke Rumah Sakit jika seseorang mengalami nyeri dada berat yang khas seperti tertindih beban berat dan menjalar ke lengan kiri, rahang, leher dan Pundak kiri, dengan durasi > 20 menit, disertai mual muntah, keringat dingin dan tidak membaik dengan istirahat. Karena nyeri khas ini perlu untuk segera dikonfirmasi dengan pemeriksaan yang lebih teliti di rumah sakit oleh tenaga medis yang terlatih.

Dalam keseharian kita, beberapa hal berikut ini ternyata bisa memperbesar risiko terjadinya aterosklerosis atau penumpukan plak yang mempersempit pembuluh darah dimana dapat meningkatkan kemungkinan Penyakit Jantung Koroner.

  1. Tekanan Darah Tinggi, yang bisa meningkatkan risiko terjadinya penyakit jantung koroner. Seseorang dikategorikan memiliki tekanan darah tinggi jika memiliki tekanan sistolik lebih dari 140 mmHg atau lebih dan tekanan diastolik 90 mmHg atau lebih.
  2. Kadar Kolesterol, jenis kolesterol yang membuat risiko penyakit jantung koroner meningkat adalah low-density lipoprotein (LDL) atau kolesterol jahat. Kadar kolesterol inilah yang memiliki kecenderungan untuk menempel dan menumpuk di arteri koroner.
  3. Penyakit Diabetes Melitus menyebabkan penderitanya berisiko dua kali lipat lebih tinggi terkena penyakit jantung koroner. Hal ini dikarenakan penderita DM memiliki lapisan dinding pembuluh darah yang lebih tebal. Tebalnya dinding arteri koroner bisa mengganggu kelancaran aliran darah ke jantung.
  4. Merokok dapat meningkatkan kemungkinan mengalami serangan jantung. Kandungan nikotin dan karbon monoksida dalam rokok membuat jantung bekerja lebih berat dari biasanya. Kedua zat tersebut dapat meningkatkan risiko terbentuknya gumpalan darah di dalam pembuluh arteri. Bahan lain dalam rokok juga menyebabkan kerusakan lapisan arteri koroner, sehingga makin meningkatkan risiko terjadinya penyakit jantung koroner.
  5. Penggumpalan darah atau trombosis pada arteri koroner akibat peradangan, kadar kolesterol tinggi, gula darah yang tidak terkontrol, dan stress, akan menghambat suplai darah menuju jantung.

Dalam paparannya dr Faisol yang kelahiran Jakarta ini juga menyampaikan meskipun jantung koroner dapat menyerang siapapun, namun penyakit ini juga bisa diantisipasi. Dalam rangka menurunkan risiko terkena penyakit jantung koroner, dr Faisol menyampaikan arahannya dalam rangka pencegahan, berikut adalah saran beliau:

  • Melakukan olahraga dengan  rutin
  • Selalu menerapkan pola makan sehat
  • Menghindari dan berupaya mengurangi makanan berkolesterol dan tinggi garam
  • Segera berhenti merokok dan tidak minum alkohol
  • Menurunkan berat badan berlebih
  • Selalu melakukan kontrol tekanan darah
  • Manajemen stres
  • Istirahat yang cukup dan berkualitas 

Rumah Sakit Rajawali Citra menyediakan pemeriksaan jantung serta pemeriksaan penujang lainnya yang dapat nantinya dikonsultasikan baik dengan tim dokter kami. Jangan lupa untuk selalu berkonsultasi pada saat kita sehat, hal ini untuk menjaga kita selalu prima begitupun saat kita sedang dalam kondisi tidak sehat untuk tidak menunda berkonsultasi dengan dokter. Jangan lupa pula untuk selalu pada prinsip Sehat Yang Membahagiakan dan Bahagia Yang Menyehatkan agar tubuh kita termasuk jantung kita sehat selalu.

 




Kembali