Ada sesuatu yang menarik dari suasana RSU Rajawali Citra pada 29 Agustus dan 5 September 2026. Bukan hanya kesibukan pelayanan kesehatan seperti biasanya, melaiankan juga riuh sorak, tawa, dan semangat para karyawan yang beardu ketahanan fisik dalam sebuah kegiatan lomba kebugran. HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia sekaligus HUT ke-29 RSU Rajawali Citra. Namun, dibalik seuasana kompetitif dan kemmeriahan tersebut, tersimpan sebuah pesan yang jauh lebih penting “Rumah sakit tidak hanya perlu mearwat kesehatan pasien, tetapi juga perlu membangun kesehatan orang-orang yang setiap hari berada dibalik pelayanan tersebut”.
Lomba kebugaran ini secara khusus diperuntukan bagi seluruh SDM RSU Rajawali Citra. Dengan pengecualian bagi mereka yang sedang hamil atau memiliki kondisi tertentu yang membuat aktivitas fisik berisiko, seluruh SDM diwajibkan berpartisipasi. Kebijakan tersebut bukan semata untuk memciptakan kompetisi, tetapi menjadi cara untuj mendorong seluruh karyawan menyadari pentinganya menjaga kebugaran.
Galuh Puspitosari, S.P., M.M., Sekretaris Yayasan Rajawali Citra, menjelaskan bahwa gagasan kegiatan ini salah satunya berangkat dari realitas demografis SDM rumah sakit yang banyak memasuki usai 40 tahun ke atas. Pada usia tersebut, perhatian terhadap kebugaran menjadi semakin penting. Risiko berbagai gangguan kesehatan, seperti meningkatnya kadar kolestrol, gula darah, asam urat, juga perlu diantisipasi melalui pola hidup yang lebih sehat. Ada alasan lain yang membuat pesan ini menjadi semakin relevan.
Bagaiama mungkin seorang mengajak orang lain hidup sehat apabila dirinya sendiri tidak berupaya menjaga kesehatan?. Sebagai tenaga yang setiap hari bekerja merawat dan melayani orang sakit, SDM rumah sakit sesungguhnya memiliki posisi strategis sebagai role model kesehatan. Kebugaran bukan hanya persoalan kemampuan menyelesaikan aktivitas fisik, melainkan bagian dari kesiapan seseorang menjalankan pekerjaan, kehidupan keluarga, dan akitivitas sosial secara optimal. Karena itu, tujuan kegiatan ini tidak berhenti pada memenangkan perlombaan.
Lebih jauh, terdapat harapan agar para SDM RSU Rajawali Citra dapat menua bersama dalam keadaan sehat, tetap menjadi ayah, ibu, pasangan, maupun anggota keluarga yang sehat dan sigap. Kebugaran juga dipandang sebagai salah satu modal untuk menjalankan aktivitas kehidupan, termasuk menjalankan ibadah dengan baik. Semangat tersebut sejalan dengan visi RSU Rajawali Citra untuk menjadi rumah sakit dengan pelayanan kesehatan yang professional, efisien, agamis, dan membahagiakan. Ketika gagasan lomba kebugaran pertama kali disampaikan, panitia sempat pesimis. Berbagai alsan muncul dari karyawan yang merasa enggan mengikuti perlombaan. Namun, format kompetisi yang dibuat secara berkelomppk justru menghadirkan dinamika yang berbeda, mau tidak mau harus mengikutinya. Sebanyak 208 karyawan terbagi kedalam 16kelompok, dengan rata rata 13orang perkelompok, akhirnya berpartisipasi. Setiap kelompok terdiri dari berbagai unit kerja sehingga kompetisi tidak hanya menguji kemampuan fisik, tetapi juga memperkuat interaksi dan kolaborasi lintas unit yang dalam keseharian memiliki tugas dan tanggung jawab masing-masing. Jenis lomba pun dibuat sederhana tetapi menantang, seperti:
- Dead hang
- Wall sit
- Push Up
- Plank
- Slow Jogging
Penilaian melibatkan empat juri dari olahraga UNY, dengan dukungan panitia dalam pelaksanaanya, yang semula dikhawatirkan akan menjadi kegiatan yang diikuti karena kewajiban, ternyata berkembang menjadi pengalaman yang menyenangkan. Ketika perlombaan berlangsung, wajah wajah peserta justru menunjukkan antusiasme dan kegembiraan. Energi positif itu bahkan terasa menular antar peserta.
Ketua panitia Misbahul Munir, S. Tr. Kes, berharap kegiatan serupa dapat kembali diselenggarakan pada tahun berikutnya dengan jenis perlombaan yang lebih beragam dan semakin disesuaikan dengan kebutuhan kebugaran karyawan.
Tentu penyelenggaraan perdana ini juga memberikan sejumlah catatan untuk perbaikan. Salah satunya adalah keterlibatan panitian yang pada saat bersamaan juga menjadi peserta. Kondisi tersebut membuat beberapa anggota kelompok tidak dapat mengikuti seluruh kegiatan lomba secara optimal karena harus menjalankan tugas kepanitiaan.
Ratih, S.E., M.M., Ketua Satuan Pengawas Internal yang juga terlibat sebagai panitia sekaligus peserta, mengusulkan agar pada penyelenggaraan berikutnya panitia dapat dikelompokkan tersendiri sehingga tugas penyelenggaraan dan partisipasi peserta dapat berjalan lebih optimal.
Lomba kebugaran RSU Rajawali Citra pada akhirnya bukan hanya tentang siapa yang paling kuat bertahan dalam plank, paling lama melakukan dead hang, atau paling banyak melakukan pushup. Namun tentang kesadaran bahwa menjaga kesehatan SDMmerupakan bagian dari membangun organisasi yangs sehat. Sebab rumah sakit yang baik bukan hanya tempat orang datang untuk mendapatkan pelayanan kesehatan. Rumah sakit juga merupakan tempat orang-orang sehat yang membantu merawat orang lain agar kembali sehat dan agar dapat terus memberikan pelayanan terbaik, mereka pun perlu dirawat, setidaknya dengan satu langkah sederhana: bergerak, berkeringat, tertawa, dan sehat bersama.
Banguntapan, 04 September 2026
Mukti Rini, S.Sn., Dosen STIB Kumala Nusa dan Kontributor Website RSU rajawali Citra